SMP

Tupoksi SDM & Keuangan
Struktur Organisasi SDM & Keuangan
Pengajuan Kepegawaian
Pengajuan Keuangan
Data Dosen
Data Tendik
SOP Kepegawaian
Laporan Keuangan
Buku Anggaran
Buku Pedoman
Panduan
BKD
Peraturan
Surat Edaran & Pengumuman
Pedoman PAK
Studi Lanjut
Berita
Pengumuman
Kembali Halaman Berita

Peneliti FKM UNAIR Kembangkan Formula Fermentasi Bawang untuk Lansia Pasca Vaksinasi

Pandemi Covid-19 yang berlangsung hampir dua tahun inimembuat mayoritas orang lebih sadar menjaga dan melindungi diri. Salah satu upayanya adalah melakukan vaksinasi. Namun perlu diketahui, ada beberapa kelompok yang sangat rentan meskipun telah dilakukan vaksinasi, seperti kelompok lanjut usia (lansia).

Untuk menjaga daya tahan tubuh, umumnya para lansia mengonsumsi suplemen herbal atau jamu tradisional. Berangkat dari hal itu, tim peneliti Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (FKM UNAIR) bekerja sama dengan dengan Rumah Inovasi Natura berhasil mengembangkan formula fermented garlic.

“Berbeda dengan lainnya, fermented garlic ini dengan karakteristik khas dan berbeda dengan fermented garlic di pasaran. Setelah melalui proses panjang dan terukur dengan menerapkan cara produksi makanan yang baik,” terang Wizara Salisa salah satu anggota pada Kamis (30/12/21).

Bawang putih (Allium sativum L.), sambungnya, telah digunakan di seluruh dunia sebagai obat tradisional selama lebih dari 4000 tahun untuk mengobati berbagai penyakit. Terdapat dua jenis bawang putih, yaitu bawang putih tunggal dan bawang putih ganda. Aktivitas antioksidan yang terkandung pada bawang putih tunggal lebih tinggi dibanding bawang putih biasa.

Bawang putih tunggal biasanya dikenal oleh masyarakat sebagai ‘jamu’. Untuk mendapatkan kualitas yang lebih baik, bawang putih tunggal ini dapat diolah menjadi fermented garlic.

“Fermented garlic telah dibuktikan memiliki potensial aktivitas biologis empat hingga delapan kali lipat dibandingkan bawang putih tunggal. Fermented garlic juga dilaporkan lebih kaya akan antioksidan,” jelasnya.

Pada dasarnya kandungan senyawa antioksidan dalam fermented garlic lebih stabil dibandingkan bawang putih yaitu S-allyl Cysteine (SAC). Fermented garlic memiliki berbagai manfaat terutama bagi kesehatan, diantaranya mengurangi gula darah, menurunkan kolesterol, menstabilkan tekanan darah, serta mencegah kanker.


Author : CAHYO WIDAGDO
Editor : CAHYO WIDAGDO
Created At : Tue, 19 Apr 2022

SDM & KEUANGAN

Universitas Airlangga

Fakultas Kedokteran Hewan
Universitas Airlangga

Kampus C, Mulyorejo, Surabaya

Hubungi Kami
628812668976
univ@airlangga.com
Senin – Jumat 08.00 – 17.00 WIB

SARAN